Dalam system
kapitalisme, kampus menjadi pabrik untuk memproduksi produk – produk (
dalam bentuk ide dan teori ) yang biasa digunakan untuk semakin
memperkuat system tersebut, konsekuensinya dari system pendidikan
dibawah system kapitalisme adalah kampus menjadi institusi pendidikan
untuk mencari keuntungan, mencetak dan memproduksi sarjana – sarjana
yang tunduk dan patuh terhadap kepentingan kapitalisme, mahasiswa akan
terseret kreaktivitas individu, acuh terhadap kondisi sekitar dan tidak
mengerti problem – problem yang sedang dihadapi oleh rakyat.
Sikap
individualistik mahasiswa merupakan imbas dari system perkuliahan yang
sangat ketat, banyaknya tugas – tugas kuliah yang sangat tinggi (
presentase kehadiran yang sangat ketat , system pembatasan mata kuliah (
DO ), menjadikan mahasiswa cenderung bersikap individualis dan
tercabut dari lingkungan sekitarnya, kualitas dari lulusan
universitaspun dipertanyakan, karena mahasiswa hanya tahu teori – teori
akademiknya, mereka tidak mengerti isu, teori dan pengalaman di luar
jalur akademiknya, aktualisasi diri sebagai mahasiswa tidak terlalu
menarik dan berdinamika, prinsipnya adalah kuliah untuk kerja, ya ya ya
ya !!
Padahal jika
di lihat lagi, problem yang sedang di hadapi rakyat negeri ini, juga
berpengaruh bagi kehidupan mahasiswa itu sendiri, misalnya :
masalah yang sedang dihadapi oleh para pekerja ( buruh ), guru, petani,
rakyat dan hampir semua ruang gerak manusia, system yang berlaku di
dunia kerja tentunya juga akan dirasakan oleh mahasiswa setelah lulus
nanti, masalah pengangguran dan KKN dalam lapangan pekerjaan,
seharusnya menjadi perhatian mahasiswa, karena mahasiswa merupakan
calon pekerja sesuai profesi akademik yang di ambilnya, tidak calon
pengangguran, di sisi lain, dunia kerja tidak bisa menampung seluruh
lulusan universitas, Mengapa ?
Yang lebih
memprihatinkan lagi kampus menjelma menjadi sebuah institusi yang
memproduksi pikiran dan watak borjuis, di mana hampir setiap hari
mahasiswa di jejali dengan teori – teori borjuis, di kampus mahasiswa
tidak di ajari teori – teori pembebasan, tidak di didik untuk peka
terhadap lingkungan, mahasiswa tidak di dorong untuk menjadi progresif,
di kampus mahasiswa hanya menjadi manusia apatis dan pragmatis, apalagi
zaman selalu bergerak, modernisasi dan globalisasi juga menjadi
alasan yang sangat kuat.
kawan - kawan
mahasiswa hendaknya berpikir kritis, cerdas, peka terhadap problem dan
bertindak untuk kebenaran, untuk pembebasan dari pembodohan dan
kemerdekaan bagi mahasiswa itu sendiri, dan rakyat !! mahasiswa jangan
sekedar tahu rumus – rumus dan hapalan – hapalan semata, tapi juga
memahami kompleksitas kehidupan dan aktivitas kegiatan yang ada di
dalamnya termasuk problem – problem yang terjadi disekitarnya.ya karena
kalian kaum intelektual, dan juga manusia yang merdeka dalam berkreatif
dan berpikir, bukan robot. (losa)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar