Kamis, 27 Oktober 2016

wajah kampus

Dalam system kapitalisme, kampus menjadi pabrik untuk memproduksi  produk – produk ( dalam bentuk ide dan teori ) yang biasa digunakan untuk semakin memperkuat system tersebut, konsekuensinya dari system pendidikan dibawah system kapitalisme adalah kampus menjadi institusi pendidikan untuk mencari keuntungan, mencetak dan memproduksi sarjana – sarjana yang tunduk dan patuh terhadap kepentingan kapitalisme, mahasiswa akan terseret kreaktivitas individu, acuh terhadap kondisi sekitar dan tidak mengerti problem – problem yang sedang dihadapi oleh rakyat.

Sikap individualistik mahasiswa merupakan imbas dari system perkuliahan yang sangat ketat, banyaknya tugas – tugas kuliah yang sangat tinggi ( presentase kehadiran yang sangat ketat , system pembatasan mata kuliah ( DO ), menjadikan mahasiswa cenderung bersikap individualis dan tercabut dari lingkungan sekitarnya, kualitas dari lulusan universitaspun dipertanyakan, karena mahasiswa hanya tahu teori – teori akademiknya, mereka tidak mengerti isu, teori dan pengalaman di luar jalur akademiknya, aktualisasi diri sebagai mahasiswa tidak terlalu menarik dan berdinamika, prinsipnya adalah kuliah untuk kerja, ya ya ya ya !!

Padahal jika di lihat lagi, problem yang sedang di hadapi rakyat negeri ini, juga berpengaruh bagi kehidupan mahasiswa itu sendiri, misalnya : masalah yang sedang dihadapi oleh para pekerja ( buruh ), guru, petani, rakyat dan hampir  semua ruang gerak manusia, system yang berlaku di dunia kerja tentunya juga akan dirasakan oleh mahasiswa setelah lulus nanti, masalah pengangguran dan KKN dalam lapangan pekerjaan, seharusnya menjadi perhatian mahasiswa, karena mahasiswa merupakan calon pekerja sesuai profesi akademik yang di ambilnya, tidak calon pengangguran, di sisi lain, dunia kerja tidak bisa menampung seluruh lulusan universitas, Mengapa ?

Yang lebih memprihatinkan lagi kampus menjelma menjadi sebuah institusi yang memproduksi pikiran dan watak borjuis, di mana hampir setiap hari mahasiswa di jejali dengan teori – teori borjuis, di kampus mahasiswa tidak di ajari teori – teori pembebasan, tidak di didik untuk peka terhadap lingkungan, mahasiswa tidak di dorong untuk menjadi progresif, di kampus mahasiswa hanya menjadi manusia apatis dan pragmatis, apalagi zaman selalu bergerak,  modernisasi dan globalisasi juga menjadi alasan yang sangat kuat.

kawan - kawan mahasiswa hendaknya berpikir  kritis, cerdas, peka terhadap problem dan bertindak untuk kebenaran, untuk pembebasan dari pembodohan dan kemerdekaan bagi mahasiswa itu sendiri, dan rakyat !!  mahasiswa jangan sekedar  tahu rumus – rumus dan hapalan – hapalan semata, tapi juga memahami kompleksitas kehidupan dan aktivitas kegiatan yang ada di dalamnya termasuk problem – problem yang terjadi disekitarnya.ya karena kalian kaum intelektual, dan juga manusia yang merdeka dalam berkreatif dan berpikir, bukan robot. (losa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar