(oleh Losa)
Aku membacaimu di dalam kamarku yg kasurnya penuh armada kutu, yang dibelakang pintunya ada dua karung rempah milik sahabatku, yang di atas sudut kirinya ada sarang laba2, yang rak bukunya hampir patah, yang nyaris tiada cahaya mataharinya.. namun kamar ini menyimpan segudang rahasia, suka keluh resah semuanya ditampung dengan kebisuanya, ya empat hari ini aq membacaimu di kamar ini dan telingamu semakin pekak dan gelap sedikit peka, dan kita merajut di sisi gelap kebengisan bulan, dan kau merangkul berkerabat mencoba akrab dengan malam, dan kau bicara tentang orang gila yang diberi makan burung gagak, tentang semesta yang tak loyal pada jiwa terkekang dan angkuh, tentang gadis yang meloakan ginjalnya untuk kemanusiaan, tentang kebisingan kota yang tak seindah bisingnya musik noise, tentang semua yang lewat kemudian pergi mencari kenyamanan-kenyamanan baru, sungguh bermental budak, tentang khidir, mousa, elijah, zarathustra dan solomo yg membawa visi, tentang seni yang bertragedi antara apollon dng dionysius, atau kekinian seniman yang beronani dengan seninya sendiri dan tercabut dari kehidupan sosial , tentang dewi bulan yang cantik, tentang dunia kuno di kota industan, tentang pasir dalam mata hati, tentang mahasiswa-mahasiswi yang lupa akan eksistensinya sebagai manusia ataupun sebagai mahasiswa itu sendiri yang tidak cukup dengan teori dan hafalan semata dan terbuai akan suguhan postmodern hingga menjadi labil bahkan kekanakan, juga tentang tamak dan ego yang menjadi tuhan wajah modern, aku mengantuk kau ngelantur, kita saling berdusta menggelisah, oh sungguh kamar ini penampung rahasia yang baik dan amanah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar