Minggu, 30 Oktober 2016

“Nabi Palsu”



(oleh Losa)




Sayangku…
Lihatlah pembawa kerohanian,
Begitu banyak kebijakan-kebijakan,
Memerangi kejahatan, menyangkal dan menyepikan diri…
Lihatlah pemberi dakwah kerohanian,
Upacara ritual dan persembahan,
Dengan dalih tabungan amal,

Manisku…
Lihatlah penyampai kerohanian,
Di tempat-tempat ibadah, di dalam media…
Dan dibalik layar mereka menghitung laba,
Aku tak mau lagi melihatnya…
Banyak sekali jebakan-jebakan dalam kekeliruan,
Menjadi pupuk yang amat menyuburkan,
Bagi sejarah kapitalisme dan semakin tumbuh sampai saat ini,
Lihatlah sekali lagi kerohanian,
seperti asketisme yang jumawa.
Hingga transenden yang suci dihancurkanya sendiri,

Sayangku…
Mereka itu layaknya seperti nabi
Bahkan nabi sendiri tak mengajarkan itu,
Di tangan dan bibir mereka,
Semua ayat dan firman tergadai dan terjual,

Sayangku…
Mereka itu adalah nabi palsu,
Yang bersekutu dengan dominasi kekuasaan,
Semua dibuatnya menjadi kewajaran,
Hingga kemiskinanpun menjadi tontonan hiburan ditelevisi,

mereka itu mengamputasi realitas
bersembunyi dibalik kata suci
mereka itu palsu
Seiman perang, tak seiman mengkafiri
dan dipersembunyianya mereka bersiasat...

Manisku,
tapi kau melakukan kejahatan
sampai kau mengingkarinya
dan bagiku, itu lebih baik
ketimbang mereka bersiasat dusta demi kuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar