(Oleh Losa)
Kawan ! lama kita tak saling bertaut kata... akhir-akhir ini aku merasa letih berlari, aku rindu dirimu... di mana aku dan kamu bersama saat-saat itu, saat kita bercanda, berdiskusi, ngegosip, bertengkar, mencari tuhanya tuhan, berkelahi dijalanan, menyalakan tungku ditanah berembun dan bermain layang-layang penuh riang, keadaan semakin sulit untuk dipahami, orang-orang kecewa menepi dalam tepianya masing-masing, akhir tahun aku sangat berharap kau ada disini, cukuplah berziarah di pintu senja peradaban, tidak banyak yang berubah dalam diriku, aku masih kepala batu seperti dulu, menusuri jalan curam diperantauan dan sama saja betapa banyak manusia yang tidak diberikan kesempatan oleh dominasi kekuasaan untuk bebas menentukan jalan hidupnya, bekerja, berkarya bahkan bernafas, kaum muda dipaksa mengikuti standarisasi oleh golongan-golongan tua dan hegemoni kekuasaan, sementara mereka selalu berbicara tentang nilai-nilai kemanusiaan di layar kaca. Sungguh aku merindukanmu, bergenggam tangan menelusuri jalan tak gentar, salam peluk untukmu, Losa.
Kawan ! lama kita tak saling bertaut kata... akhir-akhir ini aku merasa letih berlari, aku rindu dirimu... di mana aku dan kamu bersama saat-saat itu, saat kita bercanda, berdiskusi, ngegosip, bertengkar, mencari tuhanya tuhan, berkelahi dijalanan, menyalakan tungku ditanah berembun dan bermain layang-layang penuh riang, keadaan semakin sulit untuk dipahami, orang-orang kecewa menepi dalam tepianya masing-masing, akhir tahun aku sangat berharap kau ada disini, cukuplah berziarah di pintu senja peradaban, tidak banyak yang berubah dalam diriku, aku masih kepala batu seperti dulu, menusuri jalan curam diperantauan dan sama saja betapa banyak manusia yang tidak diberikan kesempatan oleh dominasi kekuasaan untuk bebas menentukan jalan hidupnya, bekerja, berkarya bahkan bernafas, kaum muda dipaksa mengikuti standarisasi oleh golongan-golongan tua dan hegemoni kekuasaan, sementara mereka selalu berbicara tentang nilai-nilai kemanusiaan di layar kaca. Sungguh aku merindukanmu, bergenggam tangan menelusuri jalan tak gentar, salam peluk untukmu, Losa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar