(oleh Losa)
Ayah ! ceritakan padaku tentang darah ini
darah ibu, darah dia, darah ini
duka, kehancuran, ketakutan,
dan tentang Mesin-mesin pembunuh itu
ceritakanlah semua padaku
ceritakan ayah,, jangan diam
jangan kau liat tempatku bermain
jangan kau usapkan tanganmu itu kumukaku
setidaknya kau ajarkan aku mengangkat senjata ini
agar ku tau ketegangan yang kau rasa
aku bosan kau sembunyikan
tembok-tembok ini hanya menambah pedih bagiku ,,
sementara aq hanya bisa mengintip
lalu kau kembali dengan kegelisahan
ayah !!
aku ingin tangguh sepertimu
meski letih tampak dari wajahmu
tapi kau tak pernah lari
'bangkai', duka, yang penuh keharuman ini
yang merayuku untuk ikut denganmu
mengapa kau harus takut untuk mengajaku
aku tak mau bunga-bunga yang wangi itu
Air mata dan darah
dan...,
biarkan ' bangkai '' harum bagiku
salam tinjuku padamu dunia
bila kau dengar jerit pedihku
tak usah kau teteskan air mata itu
bukan ayahku yang mengajarkan aku
tapi mereka yang menantangku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar