(Oleh losa)
Menjelang senja, jauh dari arah barat sang surya
mulai meredupkan cahayanya. Malam segera menyapa, sebentar sang hyang surya
menempatkan diri lewat celah-celah daun di reranting pohon, dan sedikit
menyempatkan diri di balik awan bergumul. Sampai akhirnya sang surya merasa
lelah dan undur diri seolah-olah memberikan kesempatan pada sang rembulan. Tak
terelakan awan bergumul menjadi gelap dan melambaikan salam perpisahan kepada
sang surya yang telah menjauh, menyambut rembulan
yang sudah dekat, dengan sedikit malu rembulan cantik termangu, karena dia tahu
bintang-bintang kecil yang selalu bersamanya tidak ikut bersinar, benar-benar
gelap… tak lama kilat putih menyambar-nyambar dan angin tak lagi membelai
mesra, bertiup dengan kencang. Awan bergumul menghilang, hujan turun begitu
ramai membasahi tanah dan mengisi telaga. Hanya sebentar lalu kebisuanpun tiba,
rembulan yang malu perlahan mulai benderang bercahaya. Dan aku akan merindu
pada sang surya dipinggir telaga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar