Minggu, 30 Oktober 2016

dipinggir telaga



 (Oleh losa)

Menjelang senja, jauh dari arah barat sang surya mulai meredupkan cahayanya. Malam segera menyapa, sebentar sang hyang surya menempatkan diri lewat celah-celah daun di reranting pohon, dan sedikit menyempatkan diri di balik awan bergumul. Sampai akhirnya sang surya merasa lelah dan undur diri seolah-olah memberikan kesempatan pada sang rembulan. Tak terelakan awan bergumul menjadi gelap dan melambaikan salam perpisahan kepada sang surya yang telah menjauh, menyambut rembulan yang sudah dekat, dengan sedikit malu rembulan cantik termangu, karena dia tahu bintang-bintang kecil yang selalu bersamanya tidak ikut bersinar, benar-benar gelap… tak lama kilat putih menyambar-nyambar dan angin tak lagi membelai mesra, bertiup dengan kencang. Awan bergumul menghilang, hujan turun begitu ramai membasahi tanah dan mengisi telaga. Hanya sebentar lalu kebisuanpun tiba, rembulan yang malu perlahan mulai benderang bercahaya. Dan aku akan merindu pada sang surya dipinggir telaga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar